Type Here to Get Search Results !

Lantik 21 Pejabat Baru, Bupati Andi Rudi Latif Tekankan Integritas dan Kehalalan Rezeki

0

BATULICIN, POSKOBatulicin.id –Mengawali tahun 2026, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT), Jabatan Administrator, serta Jabatan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, selasa (06/01/2026).

Sebanyak 21 pejabat eselon II, III, dan IV dilantik dalam kegiatan tersebut. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kinerja birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Rudi Latif menyampaikan pesan spiritual yang menekankan bahwa integritas seorang pejabat berawal dari kehalalan rezeki yang dikonsumsi dan diberikan kepada keluarga.

“Rezeki yang halal akan menjadi darah daging, membentuk karakter, dan menentukan arah pengabdian seorang pejabat,” tegas Bupati.

Ia mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk menjaga kebersihan hati dan kejujuran dalam menjalankan amanah jabatan. Menurutnya, tanggung jawab sebagai aparatur negara tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki dimensi moral dan spiritual.

Bupati berharap para pejabat dapat menjadi teladan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah terus terjaga.


Ia menekankan bahwa peran para pejabat yang dilantik sangat strategis dalam mendukung dan mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni Tanah Bumbu yang maju, makmur, dan beradab.

Menurut Bupati, Tanah Bumbu yang maju membutuhkan aparatur yang mampu bekerja cepat, tepat, dan adaptif terhadap perubahan. Sementara Tanah Bumbu yang makmur menuntut pelayanan publik yang berkualitas serta kebijakan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Adapun Tanah Bumbu yang beradab, lanjutnya, mengharuskan setiap aparatur menjunjung tinggi etika, kejujuran, serta sikap melayani dengan hati dan keteladanan.

Bupati juga menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan sarana pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan dan keputusan yang diambil harus berorientasi pada kepentingan rakyat dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Khusus kepada pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati berharap mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, serta mampu menggerakkan seluruh potensi perangkat daerah. Sementara kepada pejabat Administrator dan Pengawas, ia meminta agar dapat menjadi motor penggerak organisasi sekaligus teladan dalam disiplin dan kinerja.

“Tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Karena itu, saya mengajak seluruh pejabat untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan inovasi,” tandasnya. (red)

Posting Komentar

0 Komentar