Type Here to Get Search Results !

Bangun Kepercayaan Masyarakat, Tanah Bumbu Aktif Ikuti Public Communication Summit 2026

0


BATULICIN, POSKONews.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus memperkuat strategi komunikasi publik sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas penyampaian informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam Public Communication Summit 2026 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Rabu (3/6/2026).

Mewakili Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Bumbu, Eryanto Rais, didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Tanah Bumbu, Al Husain Mardani, mengikuti forum yang mengusung tema “Sinergi Pengelolaan Isu dan Reputasi di Era Digital”.


Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Eryanto Rais menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas komunikasi publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.

“Public Communication Summit 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi publik dalam membangun kepercayaan masyarakat. Forum ini juga menegaskan pentingnya efektivitas penyampaian informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi publik yang baik tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebarluasan informasi program pemerintah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun hubungan yang transparan dan akuntabel antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa komunikasi publik saat ini memiliki peran yang semakin strategis. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil, menyampaikan bahwa komunikasi publik bukan lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan bagian dari pengelolaan isu dan reputasi institusi.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antarinstansi pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi yang berkembang melalui berbagai platform digital.

“Tantangan komunikasi saat ini semakin kompleks dengan munculnya disinformasi, fitnah, hingga ujaran kebencian di media sosial. Karena itu diperlukan pengelolaan komunikasi yang terencana, cepat, dan tepat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, menjelaskan bahwa Public Communication Summit 2026 dirancang sebagai forum strategis untuk meningkatkan kapasitas komunikasi publik pemerintah sekaligus membangun kesamaan persepsi dalam implementasi narasi tunggal pemerintah.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai strategi komunikasi publik di era digital, memperkuat kapasitas sumber daya manusia bidang komunikasi, membangun sinergi pengelolaan isu melalui narasi positif, serta memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga reputasi institusi.

Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang membagikan pengalaman dan strategi dalam menghadapi dinamika komunikasi publik modern.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Dudy Rudianto, melalui materi “Membaca Common Sense Publik: Strategi Badan Komunikasi Pemerintah RI Mengelola Isu dan Reputasi Dalam Era Digital”, menyoroti pentingnya memahami persepsi, emosi, serta perilaku masyarakat sebelum merancang strategi komunikasi yang efektif.

Sementara itu, CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, membahas perkembangan media, Generasi Alpha, dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem komunikasi modern. Kepala Subdirektorat Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, Ani Natalia Pinem, memaparkan berbagai tantangan komunikasi publik yang dihadapi instansi pemerintah saat ini.

Materi lain disampaikan Konsultan Komunikasi Krisis dan Strategic Public Relations, Jojo S. Nugroho, yang mengulas pentingnya memahami perilaku audiens digital, terutama generasi milenial dan Generasi Z yang memiliki karakteristik konsumsi informasi yang cepat, dinamis, dan interaktif.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta mengikuti deklarasi komitmen bersama pengelolaan isu di era digital. Deklarasi tersebut menjadi simbol kesepahaman seluruh pemangku kepentingan untuk membangun komunikasi publik yang terintegrasi, kredibel, responsif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Melalui keikutsertaan dalam Public Communication Summit 2026, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap mampu memperkuat kapasitas komunikasi publik daerah, meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat, serta mendukung terciptanya pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan dipercaya publik di era digital yang terus berkembang.(Rel)

Posting Komentar

0 Komentar