BATULICIN, POSKONews.id – Layanan hemodialisis (cuci darah) di RSUD H. Andi Abdurrahman Nur Kabupaten Tanah Bumbu mulai memberikan kemudahan bagi penderita gagal ginjal setelah diresmikan oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif. Hingga kini, layanan tersebut telah menangani 42 pasien aktif dengan fasilitas yang lebih lengkap dan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat (1/6/2026).
Dalam kegiatan yang menampilkan testimoni pasien serta tenaga kesehatan, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa rata-rata sebanyak delapan hingga sembilan pasien menjalani hemodialisis setiap hari. Sebagian besar pasien telah terlayani melalui BPJS Kesehatan, sementara layanan bagi pasien umum juga tersedia. Pihak rumah sakit berencana menambah cakupan layanan setelah proses perizinan dari Kementerian Kesehatan selesai sehingga kerja sama dengan BPJS dapat diperluas.
Dokter Pelaksana Dialisis RSUD H. Andi Abdurrahman Nur, dr. Andi Hariono, menjelaskan bahwa hipertensi menjadi penyebab utama gagal ginjal yang dapat dicegah melalui pengobatan rutin dan pengendalian tekanan darah. Selain itu, masyarakat juga diimbau mengurangi konsumsi makanan tinggi natrium dan makanan cepat saji, menghindari penggunaan obat tanpa resep dokter karena berpotensi merusak ginjal, memenuhi kebutuhan cairan sekitar dua liter per hari bagi orang sehat, serta rutin berolahraga sebagai langkah pencegahan penyakit ginjal kronis.
Salah seorang pasien, Ellen Upeksa, mengaku sebelumnya harus menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Umum Nirwana Banjarbaru. Menurutnya, keberadaan instalasi dialisis di RSUD H. Andi Abdurrahman Nur sangat membantu karena jarak tempuh menuju lokasi pengobatan menjadi lebih dekat sehingga dapat mengurangi beban perjalanan. Ia juga mengapresiasi pelayanan tenaga medis yang dinilai ramah dan sigap dalam melayani pasien.
Ellen turut memberikan semangat kepada masyarakat yang sedang berjuang melawan gagal ginjal agar tidak menyerah dan segera mendapatkan pengobatan. Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan, khususnya bantuan transportasi bagi penderita gagal ginjal yang masih harus menjalani cuci darah di luar daerah sehingga beban biaya yang ditanggung pasien dapat berkurang.
Sementara itu, Dr. Emma Heriyantie selaku direktur RSUD H. Andi Abdurrahman Nur menyampaikan bahwa layanan dialisis sebenarnya telah tersedia sejak 2019 dengan tujuh unit mesin. Kini layanan tersebut dipindahkan ke gedung baru yang memiliki kapasitas hingga 20 mesin dan masih dalam tahap pengembangan. Rumah sakit juga memastikan seluruh sarana dan prasarana, peralatan kesehatan, serta tenaga medis yang menangani layanan dialisis telah dipersiapkan dan memiliki kompetensi serta sertifikasi untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.


