BATULICIN, POSKOnews.id – CSR PT Borneo Indobara (PT BIB) menggelar pelatihan fotografi produk bagi 20 pelaku UMKM binaan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran melalui media digital. Kegiatan tersebut berlangsung di Office PT Borneo Indobara, Selasa (4/8/2026).
Pelatihan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya CSR PT BIB dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam membuat materi visual yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk melalui media sosial dan platform digital.
Pelatihan menghadirkan Dhiky Sasra, praktisi fotografi sekaligus jurnalis fotografi Detik.com, sebagai trainer. Peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai dasar fotografi, tetapi juga mengikuti praktik langsung menggunakan produk usaha masing-masing.
Materi yang diberikan meliputi penataan produk, komposisi, sudut pengambilan gambar, pencahayaan, fotografi indoor, hingga fotografi outdoor. Peserta juga diajarkan memanfaatkan cahaya alami maupun lighting untuk menghasilkan foto produk yang lebih jelas dan menarik.
Dalam sesi praktik, peserta mencoba mengatur posisi produk, menentukan angle, mengatur pencahayaan, serta mengevaluasi hasil foto. Produk yang digunakan merupakan produk milik masing-masing peserta, mulai dari makanan, kerajinan, hingga berbagai jenis produk UMKM lainnya.
CSR PT BIB juga menekankan bahwa fotografi produk tidak selalu membutuhkan peralatan mahal. Dengan memahami pencahayaan, komposisi, penataan objek, dan sudut pengambilan gambar, peserta dapat memanfaatkan peralatan yang sudah dimiliki, termasuk kamera telepon seluler.
Dept Head Empowerment and Sustainability Div Head PT BIB, Triandi Subagyo, mengatakan kemampuan membuat foto produk menjadi semakin penting seiring berkembangnya pemasaran melalui media digital.
“Pemasaran produk UMKM sekarang banyak dilakukan melalui media digital. Karena itu, kemampuan membuat foto produk yang baik menjadi penting. Harapannya, peserta bisa langsung menerapkan ilmu yang didapat dengan peralatan yang sudah mereka miliki,” ujar Triandi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas UMKM perlu dilakukan tidak hanya pada aspek produksi dan pengelolaan usaha, tetapi juga pada kemampuan pemasaran dan komunikasi produk kepada konsumen.
Salah satu peserta, Amini, pelaku usaha keripik Kreesa, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai pengaruh pencahayaan dan penataan produk terhadap hasil foto.
“Biasanya saya foto produk seadanya, yang penting produknya terlihat. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi tahu bahwa cahaya dan posisi produk sangat berpengaruh. Dengan alat yang kita punya pun ternyata bisa menghasilkan foto yang lebih bagus,” kata Amini.
Amini menilai materi pelatihan mudah dipahami karena langsung dipraktikkan menggunakan produk dan perangkat yang tersedia. Pengetahuan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki kualitas konten promosi produk Kreesa di media sosial.
Sementara itu, Dhiky Sasra menekankan pentingnya pemahaman terhadap cahaya dalam menghasilkan foto produk.
“Yang paling penting bagaimana kita memahami cahaya. Mau menggunakan lighting atau cahaya matahari, kita harus tahu arahannya, bagaimana jatuh ke produk, dan bagian mana yang ingin kita tonjolkan,” jelas Dhiky.
Ia juga mendorong peserta untuk terus berlatih dan melakukan eksperimen dengan berbagai kondisi pencahayaan agar semakin memahami karakter produk yang akan difoto.
Melalui keterampilan yang diperoleh, peserta dapat membuat foto untuk kebutuhan konten media sosial, katalog produk, marketplace, materi promosi, dokumentasi produk baru, serta menampilkan detail dan keunggulan produk.
Pelatihan tersebut juga diarahkan agar pelaku UMKM dapat memproduksi materi visual secara mandiri menggunakan peralatan yang tersedia, sehingga kebutuhan foto untuk kegiatan promosi sederhana dapat dilakukan secara lebih praktis.