BATULICIN, POSKOnews.id – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif membangun siring laut sepanjang 560 meter di kawasan pesisir Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir. Rabu (9/9/2026).
Untuk mengantisipasi gelombang pasang dan mengurangi dampak abrasi yang mengarah ke kawasan permukiman.
Pembangunan pengaman pantai tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan warga bersama Kelurahan Pagatan yang telah disampaikan selama beberapa tahun. Siring laut dibangun untuk menahan tekanan gelombang sekaligus melindungi kawasan di belakang garis pantai.
Bagi masyarakat pesisir Pagatan, ancaman gelombang tinggi bukan persoalan baru. Setiap penghujung tahun, ketika kondisi gelombang laut mulai meningkat, warga kembali menghadapi kekhawatiran air laut masuk ke daratan.
Kondisi tersebut pernah terjadi cukup parah pada Desember 2022. Gelombang pasang menyebabkan sejumlah makam di kawasan pesisir Kusan Hilir terbongkar. Peti jenazah, kain kafan hingga tulang-belulang dilaporkan berserakan setelah kawasan pemakaman diterjang gelombang.
“Kalau sudah akhir tahun, kami biasanya mulai waswas melihat laut. Takut gelombangnya besar dan air naik lagi. Dulu makam sampai terbongkar, jasad dan tulang berserakan di pantai. Waktu itu ramai juga, viral,” kata warga Kelurahan Pagatan, Darmansyah (43).
Risiko gelombang pasang tersebut tidak hanya mengancam rumah warga, tetapi juga kawasan pantai yang menjadi bagian dari ruang aktivitas masyarakat, termasuk lokasi pemakaman dan lingkungan di sekitar permukiman.
Pembangunan siring laut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu pada 2025. Infrastruktur sepanjang 560 meter tersebut dibangun sebagai pengaman kawasan pesisir dari tekanan gelombang laut dan abrasi.