Type Here to Get Search Results !

Bupati Andi Rudi Latif Gaspol, Ekonomi Tanah Bumbu Melonjak 5,52 Persen, Disiplin Anggaran Diperketat

0


BATULICIN, POSKOnews.id
– Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, menegaskan komitmen penguatan pembangunan daerah berbasis perencanaan yang disiplin, terarah, dan berdampak, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat kabupaten, di Pendopo Kantor Bupati, rabu (25/03/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi dan doa bersama dalam suasana Idul Fitri 1447 H, sekaligus menjadi forum strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.

Dalam pemaparannya, Bupati mengungkapkan capaian kinerja makro daerah yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,52 persen, menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Capaian tersebut, menurutnya, mencerminkan bahwa kebijakan pembangunan yang dijalankan mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,09 dengan kategori tinggi dan menempatkan Tanah Bumbu pada peringkat keempat dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Persentase penduduk miskin juga berhasil ditekan hingga 3,13 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional.

Pada sektor kualitas hidup, usia harapan hidup meningkat menjadi 74,44 tahun. Rata-rata lama sekolah tercatat 8,44 tahun, sementara harapan lama sekolah mencapai 12,8 tahun, yang menunjukkan semakin terbukanya akses pendidikan hingga jenjang tinggi bagi generasi muda.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa program pembangunan memiliki daya ungkit nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Bupati.

Dalam arah kebijakan pembangunan tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengusung tema “Transformasi Infrastruktur, Transformasi Ekonomi, dan Pelayanan Publik menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab.” Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur, digitalisasi layanan publik, serta penciptaan ekosistem usaha yang kondusif.

Namun demikian, di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi dana transfer dari pemerintah pusat, Bupati memberikan penegasan kepada seluruh perangkat daerah agar meningkatkan ketelitian dan akurasi dalam perencanaan.

Ia menekankan tidak boleh ada lagi kesalahan dalam penentuan program, lokasi, maupun penganggaran yang berujung pada pergeseran anggaran.

“Tidak boleh ada lagi kesalahan perencanaan. Jika masih terjadi, akan diberikan sanksi disiplin secara berjenjang,” tegasnya.

Sebagai pedoman, pemerintah daerah menetapkan tujuh prioritas pembangunan tahun 2027, meliputi peningkatan kualitas dan akses pendidikan, penguatan layanan kesehatan, ketahanan pangan berbasis UMKM, pembangunan infrastruktur, penataan wilayah berkelanjutan, pengembangan seni budaya dan olahraga, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif dan akuntabel.

Melalui Musrenbang RKPD ini, Bupati menegaskan bahwa setiap kebijakan dan alokasi anggaran harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus mempercepat terwujudnya Tanah Bumbu sebagai daerah yang maju, makmur, dan beradab. (red)

Posting Komentar

0 Komentar