BATULICIN, POSKOnews.id – Tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Markas Besar (Mabes) TNI melakukan kunjungan kerja ke PT Borneo Indo Bara (BIB) untuk memantau kesiapan taktis serta kolaborasi lintas sektoral dalam penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kunjungan tersebut berlangsung di Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (18/9/2026).
Rombongan Mabes TNI dipimpin Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, S.E., M.Kes., M.H., Sp.K.L. selaku Kaunit Kermabaktikes Puskes TNI, bersama Kolonel Arh Hany Mahmudhi, S.E., M.A.P. selaku Paban Utama Was Afrika dan Timteng Sahli Bidang Hubint Panglima TNI.
Kedatangan tim Mabes TNI disambut Kepala Teknik PT BIB Supandi bersama jajaran staf Emergency Response Team (ERT), External Relation, dan tim medis.
Dalam audiensi, Supandi memaparkan sistem mitigasi internal PT BIB yang menerapkan pola respons cepat dalam menghadapi potensi Karhutla. Perusahaan mengaktifkan Tim Darurat Tanggap Karhutla, melakukan patroli rutin, serta memantau titik api atau hotspot.
Langkah mitigasi tersebut tidak hanya dilakukan di dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), tetapi juga mencakup zona penyangga atau buffer zone hingga radius 500 meter. PT BIB menargetkan penanganan awal dilakukan maksimal 30 menit setelah titik api terdeteksi.
“Sinergi operasional kemanusiaan PT BIB selama ini telah meluas ke berbagai daerah lintas sektoral, bahkan hingga pengiriman bantuan ke luar provinsi. Salah satunya yang baru-baru ini dilakukan adalah pengiriman bantuan ke NTT,” ujar Supandi.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Satgas Karhutla Mabes TNI memberikan apresiasi kepada PT Borneo Indo Bara atas perhatian dan komitmennya dalam mendukung penanganan Karhutla.
Tim Satgas Mabes TNI juga menjelaskan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari implementasi amanat undang-undang terkait Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu pemerintah daerah menghadapi bencana alam.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, kesiapan Satgas Karhutla yang melibatkan unsur pemerintah daerah, pihak swasta, dan pemangku kepentingan terkait di Tanah Bumbu dinilai telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Data dan hasil evaluasi kunjungan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada komando pusat sebagai bahan rujukan dalam penyusunan kebijakan strategis penanganan Karhutla.
Sebagai langkah penguatan di tingkat teritorial, Mabes TNI juga menginstruksikan satuan jajaran setempat, termasuk Kodim 1022/Tanah Bumbu dan Yonif TP 828/BWM, untuk tetap berada dalam kondisi siaga tinggi guna mendukung penanganan Karhutla di wilayah regional.