KOTABARU, POSKONews.id – Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Kotabaru, Sonny Tua Halomoan, S.T., M.E., menegaskan pentingnya peran pembuat konten atau influencer dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata daerah. Hal itu disampaikannya sebagai bentuk apresiasi kepada para influencer yang aktif mempromosikan keindahan destinasi wisata di Kabupaten Kotabaru melalui berbagai platform media sosial.
Menurut Sonny, promosi digital saat ini menjadi salah satu strategi paling efektif untuk memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang aktif menggunakan media sosial. Konten berupa vlog, story, hingga unggahan foto dinilai mampu menghadirkan gambaran langsung tentang keindahan alam, budaya, dan daya tarik wisata Kotabaru.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman influencer yang sudah berkunjung dan membuat vlog atau story tentang destinasi wisata di Kabupaten Kotabaru. Peran mereka sangat berarti bagi daerah,” ujar Sonny, pada Kamis (08/01/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada potensi alam semata, tetapi juga ditentukan oleh promosi dan pemasaran yang berkelanjutan. Kehadiran influencer membantu menyebarluaskan informasi yang sebelumnya mungkin tidak terjangkau oleh masyarakat luas, bahkan mampu menarik minat wisatawan dari luar daerah hingga luar provinsi.
“Promosi itu harus dilakukan terus-menerus dan berulang agar pesan tentang potensi wisata Kotabaru benar-benar melekat di masyarakat. Media sosial saat ini menjadi etalase utama pariwisata,” jelasnya.
Namun demikian, Sonny mengingatkan bahwa gencarnya promosi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas destinasi wisata itu sendiri. Menurutnya, pemerintah daerah bersama pengelola objek wisata harus terus melakukan pembenahan, baik dari sisi fasilitas, kebersihan, aksesibilitas, maupun pelayanan kepada pengunjung.
“Harapan saya bukan sekadar pada influencer-nya, tapi destinasi wisatanya juga harus terus berbenah. Memperbaiki hal-hal yang kurang, karena influencer datang itu karena adanya keunikan atau daya tarik wisatanya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sonny menilai hubungan antara promosi oleh influencer dan kualitas destinasi merupakan hubungan sebab-akibat yang saling berkaitan erat. Keunikan sebuah objek wisata menjadi daya tarik utama bagi influencer untuk berkunjung dan membagikan pengalaman mereka kepada publik. Sebaliknya, promosi yang dilakukan influencer akan berdampak positif jika didukung oleh kondisi destinasi yang layak, nyaman, dan menarik.
“Tanpa keunikan dan daya tarik, influencer belum tentu tertarik berkunjung. Jadi ini hubungan sebab-akibat, tidak bisa hanya mengandalkan promosi saja. Tempat yang dijadikan konten itu harus terus kita benahi,” pungkasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pengelola destinasi, pelaku wisata, dan para influencer dapat terus diperkuat agar pariwisata Kotabaru semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. (Rel)