BATULICIN, POSKONews.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Sosialisasi Bela Negara, Karakter Bangsa, Bhinneka Tunggal Ika, dan Kewarganegaraan di Era Digitalisasi di MTs Nurul Wathan dan MA Nurul Wathan, Desa Sepakat, Kecamatan Mantewe, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah memperkuat semangat nasionalisme serta membangun karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan informasi di era digital.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Bakesbangpol Tanah Bumbu, Nahrul Fajeri, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk melalui sikap bijak dalam menggunakan media digital dan media sosial.
“Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Proklamasi Kemerdekaan, NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di era digital saat ini,” ujarnya.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Bakesbangpol Tanah Bumbu, yakni Kabid Kesatuan Bangsa Ida Romundang Lubis serta Kasubbid Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik Sosial Fatmadi Anas, S.Pt., M.A.
Dalam pemaparannya, Ida Romundang Lubis menegaskan bahwa persatuan bangsa harus terus dijaga, tidak hanya di lingkungan masyarakat secara langsung tetapi juga di ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru seperti penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, cyberbullying, hingga polarisasi di media sosial yang dapat memecah persatuan bangsa apabila tidak disikapi dengan bijak.
“Negara Kesatuan Republik Indonesia harus terus dijaga persatuannya, termasuk di ruang digital,” katanya.
Untuk menangkal berbagai dampak negatif tersebut, para pelajar diimbau agar lebih teliti dalam menerima dan menyebarkan informasi. Siswa diminta memastikan sumber berita berasal dari situs resmi, membaca informasi secara utuh, serta melakukan cross check sebelum membagikannya kepada orang lain.
Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai penerapan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika di dunia digital, seperti menghargai perbedaan pendapat, tidak menyebarkan ujaran kebencian (hate speech), serta menggunakan bahasa yang santun saat berkomentar di media sosial.
“Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita tetap bersatu walaupun berbeda. Sikap toleransi harus tetap dijaga, termasuk di dunia maya,” tambah Ida.
Dalam sesi lainnya, narasumber juga memberikan motivasi kepada para pelajar agar memanfaatkan perkembangan teknologi dan internet untuk hal-hal positif, seperti meningkatkan kreativitas, prestasi, serta kemampuan literasi digital.
Generasi muda juga didorong menjadi pengguna media sosial yang cerdas, bijak, dan beretika sehingga mampu menciptakan lingkungan digital yang sehat dan produktif.
Kegiatan sosialisasi berlangsung tertib dan interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Mantewe, UPTD Dinas KB, Kementerian Agama, Puskesmas Mantewe, Kepala Desa Sepakat beserta Ketua PKK dan anggota, Ketua Yayasan, para guru, serta siswa-siswi MTs dan MA Nurul Wathan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap generasi muda mampu menjadi pelopor persatuan bangsa, memiliki karakter kuat, serta mampu menghadapi tantangan era digital dengan sikap yang bijaksana dan bertanggung jawab.(Rel)