BATULICIN, POSKOnews.id – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) meluncurkan inovasi Strategi Akselerasi Kinerja Pembangunan Daerah yang mengintegrasikan perencanaan, pengendalian, evaluasi, monitoring, dan inovasi untuk mewujudkan Tanah Bumbu Maju, Makmur, dan Beradab.
Inovasi ini bertujuan memastikan program dan belanja daerah lebih terarah serta berkontribusi terhadap pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.
Strategi tersebut menjadi bagian dari transformasi tata kelola pembangunan daerah dengan menghubungkan proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengendalian, monitoring, evaluasi, hingga pengembangan inovasi. Melalui pendekatan ini, kontribusi setiap program dan anggaran terhadap sasaran pembangunan dapat ditelusuri, diukur, dan dijadikan dasar untuk memperbaiki kebijakan.
Pengembangan inovasi ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkuat konsistensi pencapaian indikator pembangunan serta menyelaraskan sasaran pembangunan, program perangkat daerah, dan penggunaan anggaran.
Dalam penerapannya, strategi ini menggunakan tiga pendekatan utama. Pertama, Goal-Locking Mechanism, yaitu mekanisme yang mengikat program dan belanja daerah pada sasaran pembangunan. Kedua, Cross-Sectoral Cascading, yang menyelaraskan kontribusi lintas perangkat daerah terhadap target yang sama.
Ketiga, Outcome-Based Monitoring and Evaluation, yakni pendekatan yang menempatkan hasil pembangunan sebagai dasar pemantauan, evaluasi, dan penentuan langkah korektif.
Melalui ketiga pendekatan tersebut, setiap perangkat daerah diarahkan untuk memahami dan memperkuat perannya dalam pencapaian target RPJMD 2025–2029. Kolaborasi lintas sektor juga ditingkatkan agar program antarperangkat daerah saling mendukung, terutama dalam menyelesaikan persoalan pembangunan yang membutuhkan penanganan bersama.
Penerapan strategi ini turut didukung teknologi informasi melalui pemetaan indikator makro, pohon kinerja, perjanjian kinerja, serta alur kerja yang menghubungkan program dengan sasaran pembangunan.
Selain itu, implementasinya diperkuat melalui regulasi, kelembagaan, prosedur kerja, peningkatan kompetensi aparatur, panduan penggunaan, dan video tutorial untuk mendukung pelaksanaan inovasi secara optimal.
Dampak strategi terhadap pencapaian indikator pembangunan dan efektivitas belanja daerah akan dinilai melalui pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan untuk mengidentifikasi kendala sekaligus menentukan langkah perbaikan dalam pelaksanaan program pembangunan.
Penerapan strategi ini juga disertai penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Melalui komitmen bersama, peningkatan kualitas data, serta tindak lanjut hasil evaluasi, inovasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pencapaian target RPJMD 2025–2029 sekaligus meningkatkan manfaat belanja publik bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.


